Buku Virus-virus Ukhuwah

Virus-virus Ukhuwah

Buku Virus-virus Ukhuwah

Penulis: Abu 'Ashim Hisyam bin Abdul Qadir Uqdah
Penerbit: Rabbani Press
Berat Buku: 250 gram
 
Harga: Rp. 42.000 (diskon 20%)
Harga: Rp. 33.600

Sinopsis:
Virus-virus Ukhuwah - Sekarang ukhuwah sudah menjadi utopia yang sulit digapai, keretakan menjadi problema akut yang menimpa nyaris semua elemen umat, sehingga potensi besar yang dimilikinya menjadi mandul. Bagaimana mendiagnosis dan mengobati penyakit umat ini? Dengan pengamatan sosial yang tajam dan penguasaan dalil-dalil syar'i, penulis mencoba menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk mengobati penyakit tersebut. Kado bagi yang Gemar Bertikai

Dalam al-Qur'an, nilai-nilai Ukhuwah bersanding dengan nilai-nilai keimanan. Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat” (al-Hujurat: 10). 
Pada era Nabi dan sahabatnya, nuansa ukhuwah pun begitu kental, sehingga dunia dibuat tercengang: suku Aus dan Khazraj yang tadinya sangat rentan terhadap pertumpahan darah, setelah ter- sibghah dengan nilai-nilai Islam menjadi akur, hidup rukun dan damai.

Ironisnya, pada kurun-kurun belakangan, ukhuwah dan persatuan seolah menjadi utopia yang sulit digapai. Sementara keretakan menjadi problema akut yang menimpa nyaris semua elemen umat, sehingga potensi besar yang dimilikinya menjadi mandul. Titel ‘mayoritas' yang disandangnya pun hanya menjadi ‘macam ompong' belaka.

Perpecahan nyaris terjadi di semua lini kehidupan, entah sosial, politik, madzhab pemikiran, dan banyak sisi kehidupan lainnya. Di arena politik misalnya, lihatlah partai-partai yang mengklaim dirinya sebagai partai Islam. Masing-masing bergerak sendiri-sendiri, sehingga tidak mempunyai bargaining position yang kuat. Padahal, selain dapat mempengaruhi posisi tawar umat, problema perpecahan dan bercerai berainya kaum Muslimin juga dapat melemahkan dan melenyapkan keteguhan hati sang Muslim. Lebih-lebih bagi orang yang tak mampu melihat latar belakang perselisihan itu. Maka perpecahan pun menganga makin lebar di kalangan umat.

Mengapa hal ini terjadi, karena banyak di antara kita yang tidak jeli dalam mendeteksi virus-virus yang menggerogoti ukhuwah imaniyah-islamiyah kita. Padahal, bila ukhuwah ini tumbuh-mekar, kita tidak hanya menangkap ‘ruh Islam' yang ashalah (orisinal) dan mahaindah, namun banyak problema besar dan berat pun akan terasa ringan dan sungguh mudah diatasi, baik dalam tataran lokal maupun global.

Di sinilah arti besar kehadiran buku ini di tengah-tengah kita. Dari pengamatan sosialnya yang tajam, yang diramu dengan penguasaannya terhadap dalil-dalil syar‘i, penulis telah menyumbangkan nilai berharga dalam mendiagnosa penyakit yang bersarang dalam dada umat—sekaligus mengobatinya.

Rupanya, banyak virus yang merapuhkan ukhuwah dan persatuan umat. Menurut Abu ‘Ashim Hisyam, penulis buku ini, setidaknya ada dua puluh satu virus yang merusak ukhuwah kita. Di antaranya adalah tamak akan kenikmatan dunia, lalai menjalankan ibadah dan melanggar tuntunan agama, tidak santun dalam berbicara, bersikap acuh, mengadakan pembicaraan rahasia, keras kepala, enggan menerima nasihat dan saran.

Selain itu, sering membantah, berbeda sikap dan hobi, bersikap sombong dan kasar, memberi teguran di depan orang lain, sering menegur, tidak toleran, cenderung negativ thinking , enggan memaafkan, atau mencampuri masalah pribadi.

Rasulullah memang pembimbing yang paling unggul dalam menuntun manusia agar tidak tersiksa dalam keringnya ukhuwah, yakni dengan melarang kita agar tidak larut dalam masalah pribadi saudaranya. Beliau bersabda: “Jangan mencari-cari kesalahan ( tajassus ), mencuri pendengaran ( tahassus ), saling bermusuhan dan saling menjauhi. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara” (HR. Bukhari).

Tujuan hadits tersebut adalah menyatakan bahwa perbuatan tajassus atau mencari-cari sisi tersembunyi dari sosok sahabat, adalah dilarang oleh agama dan dapat merusak hubungan antara dua orang yang bersahabat. Di sisi lain, ia mencerminkan perbuatan buruk lainnya, yaitu mengupayakan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi kita. Sebuah pepatah mengatakan: “Orang yang bijak sangat menghargai waktunya, sibuk dengan urusannya, dan menjaga ucapannya. Orang yang menganggap ucapannya termasuk dalam perbuatannya, niscaya tidak akan banyak berbicara mengenai hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.”

Virus lainnya yang menjalar ke taman ukhuwah islamiyah kita adalah egois, arogan, tidak berempati dengan penderitaan saudara, tidak memperhatikan masalah dan kebutuhan-kebutuhannya. Selain itu, mengingkari janji dan kesepakatan tanpa alasan yang kuat.

Mengapa demikian, karena sifat buruk yang terakhir ini akan menumbuhkan anggapan dalam diri saudara kita bahwa kita tidak memperhatikannya, lantaran orang yang mengingkari janji atau kesepakatan berarti telah meninggalkan sesuatu yang dianggap kurang penting demi meraih sesuatu yang dianggap lebih penting. Alasan ini sudah cukup membuat sahabat kita sedih, menodai cinta dan merusak ukhuwah.

Di sisi lain, penulis menekankan bahwa virus-virus ukhuwah yang diangkat dalam buku ini jangan dijadikan sebagai bahan untuk menilai sahabat kita, karena jika itu dilakukan, kita akan memilih ‘uzlah dan menyendiri. Namun yang harus kita lakukan adalah menjadikannya sebagai bahan introspeksi, menilai diri sendiri dengan segala yang terungkap di dalamnya, memperbaiki kadar ukhuwah dan menunaikan semua haknya.

Bila Anda termasuk orang yang amat risau dengan perpecahan umat, dan mendambakan suasana harmonis di antara mereka—seperti Rasulullah dan para sahabatnya, insya Allah karya ini bisa memberikan kepuasan spiritual dan intelektual pada Anda. Atau mungkin juga buku ini bisa membantu misi persatuan yang Anda perjuangkan, misalnya dengan menjadikannya sebagai ‘kado berharga' buat saudara-saudara kita yang masih gemar bertikai. (Makmun Nawawi).
------------------------------------

avatar

Toko Buku Ikhwan - Referensi Buku Muslim Negarawan

Info Order/Pemesanan Buku:

SMS/WA: 085799163188

Chat:

0 komentar:

Post a Comment

 
Toko Buku Ikhwan - Referensi Buku Muslim Negarawan Template Style: Shopping Cart | Support Blogger