Menuju Kemenangan Dakwah Kampus

Menuju Kemenangan Dakwah Kampus

Buku Menuju Kemenangan Dakwah Kampus

Penulis: Ahmat Atian
Penerbit: Era Intermedia
Berat Buku: 200 gram
Harga: Rp. 25.000 (diskon 20%)
Harga: Rp. 20.000

Sinopsis:
Menuju Kemenangan Dakwah KampusDakwah kampus memiliki kekhasannya sendiri dari dakwah-dakwah pada segmen lainnya. Ia identik dengan idealisme, semangat, dan jiwa muda. Dakwah kampus juga menjadi basis penyuplai kader. Dari dakwah kampus lahirlah kader-kader yang kemudian menjadi tulang punggung dakwah. Banyak qiyadah yang dihasilkan dari sana. Tidak salah jika kemudian dakwah kampus disebut sebagai primadona.

Kesuksesan mengelola dakwah kampus akan menjadi kontribusi sangat besar bagi kesuksesan dakwah secara makro. Kemenangan dakwah kampus adalah kemenangan awal bagi dakwah seluruhnya; di segala lini dan bidang kehidupan. Tentu saja, kemenangan dakwah kampus tidak hanya sekedar diukur dari keberhasilan mendudukkan kader dakwah sebagai presiden BEM. Tidak hanya diukur dengan maraknya masjid oleh kegiatan keislaman, tetapi kemenangan dakwah kampus yang secara fisik terwujud dalam dua hal besar, yaitu; Terwujudnya masyarakat kampus madani sejahtera dan terciptanya pemerintahan kampus yang adil dan berdaulat. 

Untuk mencapai kemenangan dakwah kampus, dalam Buku Menuju Kemenangan Dakwah Kampus ini menyebutkan bahwa ada dua musuh kita saat ini, yaitu :
  1. Sebuah Tata Nilai
    Semua tata nilai yang bertentangan dengan Islam adalah tata nilai neokapitalisme-neoliberalisme, KKN, sikap malas-taqlid buta, kekerasan, tidak demokratis dan tidak aspiratif, dan berbagai paradigm materialism yang menyesatkan, yang tidak lain adalah benturan nilai, antara Islam dengan musuh Islam semakin jelas adanya.
    Maka, seharusnya Dakwah Kampus menyiapkan segenap bahan baku untuk melawan itu semua. Bahan baku yang diperlukan tidak lain dan tidak bukan adalah kader militant yang siap dan cerdas, jamaah yang kuat dan solid, pemanfaatan seluruh potensi, manajemen kerja yang cerdas juga professional, yang harus senantiasa dijaga dan diberdayakan.
     
  2. Diri Kita Sendiri
    Ya. Musuh kita hari ini sesungguhnya adalah diri kita sendiri. Diri kita yang terlalu senang bermalas-malasan, tidak mau membuka diri, tidak dewasa, yang sangat sering melanggar ashalah, terjebak dengan masa alalu, pesimistis, dan berpikiran negatif.
    Musuh dari luar masih mudah dihadapi. Tetapi musuh dari diri kita sendiri bukan gampang menghadapinya. Perampok yang menjarah periferi kita masih bias dilihat, tetapi musuh dalam selimut terlalu pandai menjaga diri.

    Oleh karena dua musuh sebagaimana yang telah dipaparkan diatas, dan ternyata salah satu musuh terbesarnya adalah diri kita sendiri. Maka, mau tak mau, upaya perlawanan kita terhadap musuh-musuh itu haruslah dimulai dari perbaikan diri kita sendiri terlebih dahulu. 
Diperlukan lima kerangka strategis yang merupakan format dakwah kampus masa depan: dakwah prestatif, creative majority, dakwah kaya, ketokohan sosial, kepemimpinan sejati, dan maskimalisasi peran mujahidah dakwah kampus.

Mahasiswa produktif, Baca buku ini..!!!

avatar

Toko Buku Ikhwan - Referensi Buku Muslim Negarawan

Info Order/Pemesanan Buku:

SMS/WA: 085799163188

Chat:

0 komentar:

Post a Comment

 
Toko Buku Ikhwan - Referensi Buku Muslim Negarawan Template Style: Shopping Cart | Support Blogger